Mengenal PERDANA TKD: Panduan Pengisian Data Prioritas Daerah dalam SIKD
Diposting pada 09 July 2026 12:00
Bojonegoro – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bojonegoro mengikuti Open Desk PERDANA TKD secara daring lewat Zoom, Kamis (9/7/2026), di Ruang Rapat BPKAD Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk kesiapan daerah dalam mengisi data prioritas pembangunan pada sistem PERDANA secara akurat dan terarah.
PERDANA merupakan sistem yang membantu memetakan kegiatan prioritas daerah yang berpeluang mendapat dukungan pendanaan dari pusat, khususnya untuk pelayanan dasar masyarakat. Sistem ini bekerja dengan menyaring kegiatan yang relevan dengan skema pendanaan tersebut, sehingga tampilan datanya memang dirancang lebih spesifik dan terarah dibandingkan dokumen perencanaan daerah pada umumnya.
Sejumlah langkah dilakukan daerah dengan cermat dalam mengisi PERDANA, mulai dari memastikan data tersusun rapi tanpa duplikasi, menentukan jenis setiap kegiatan—baik berupa pembangunan fisik seperti jalan dan gedung, barang bergerak seperti alat dan mesin, maupun kegiatan nonfisik seperti pelatihan—hingga memastikan sumber dana dan nilai anggarannya tercatat sesuai rencana. Untuk kegiatan yang dibiayai dari beberapa sumber dana sekaligus, nilainya disusun secara terpisah agar lebih rapi dan mudah dipantau.
Selanjutnya, daerah menyusun prioritas kegiatan secara terkoordinasi bersama Bappeda, agar hasilnya selaras antar-dinas dan sejalan dengan arahan pimpinan daerah. Setiap kegiatan juga dilengkapi dengan target hasil, penerima manfaat, serta lokasi pelaksanaan hingga tingkat desa atau kelurahan, sehingga kesiapan pelaksanaannya semakin terlihat jelas.
Sistem ini turut menyediakan fitur Input Manual, yang memungkinkan daerah menambahkan kegiatan prioritas yang relevan agar tercatat lengkap sesuai rencana yang telah disusun dalam RKPD. Sebelum dikunci, seluruh data terlebih dahulu melalui proses validasi berjenjang, mulai dari pengecekan ringkasan rekapitulasi kegiatan, hingga verifikasi kesesuaian antara data yang diinput dengan hasil kelengkapan pada setiap tahapan. Rangkaian validasi ini kemudian ditutup dengan tanda tangan digital Sekretaris Daerah secara langsung pada sistem, sebagai bentuk persetujuan dan tanggung jawab bersama atas keakuratan data sebelum dikirim final melalui proses submit ke PERDANA.
Melalui Open Desk ini, BPKAD Kabupaten Bojonegoro berkoordinasi dengan Bappeda semakin siap menyusun data prioritas pembangunan daerah secara rapi, akurat, dan transparan, guna mendukung kelancaran proses pengajuan dukungan pendanaan dari pusat bagi kemajuan Bojonegoro.