BPKAD Bojonegoro Tampilkan 10 Aset Potensial Daerah dalam Asset Showcase EJIF 2026
Diposting pada 16 Oktober 2026 13:09
Surabaya – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bojonegoro turut ambil bagian dalam asset showcase pada East Java Investment Forum (EJIF) Tahun 2026 di Grand City Convex Surabaya, 1–2 Oktober 2026. Forum yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini mengusung tema “Empowering East Java as Indonesia’s New Growth Engine through Strategic and Sustainable Investment”.
Asset showcase menjadi ajang bagi pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Timur untuk memperkenalkan aset daerah yang berpotensi dimanfaatkan melalui mekanisme sewa maupun Kerja Sama Operasional (KSO) kepada investor dan pihak yang berminat. Pemanfaatan aset secara optimal diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang pada akhirnya mendukung pembangunan dan pelayanan publik bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, BPKAD Kabupaten Bojonegoro menampilkan 10 aset potensial, yaitu:
1. Rumah Negara Golongan II Tipe B di Jalan Diponegoro, berpotensi dimanfaatkan sebagai ruang usaha seperti kafe atau tetap sebagai kantor.
2. Tanah dan Bangunan Rumah Negara Golongan II di Jalan Mastrip, berpotensi sebagai ruang usaha atau minimarket.
3. Gedung Eks Dekranasda di Jalan Gajah Mada, berpotensi sebagai ruang usaha atau minimarket.
4. Pabrik Jagung di Desa Dander, Kecamatan Dander, berpotensi sebagai gudang penyimpanan atau fasilitas industri.
5. Museum Padangan Heritage di Kecamatan Padangan, berpotensi sebagai ruang usaha atau kafe.
6. Bangunan Gedung Kantor Permanen di Jalan Trunojoyo, berpotensi dikembangkan sebagai minimarket atau pusat jajanan serba ada (pujasera).
7. Wana Wisata Dander di Jalan Raya Dander, berpotensi dioptimalkan melalui skema KSO tanpa mengurangi fungsi utama kawasan wisata.
8. Pasar Wisata Bojonegoro di Jalan Kopral Kasan, berpotensi untuk penempatan fasilitas ATM.
9. Kompleks Perkantoran di Jalan Dr. Wahidin, berpotensi untuk minimarket dan fasilitas ATM.
10. Puskesmas Pungpungan di Kecamatan Kalitidu, berpotensi untuk penempatan fasilitas ATM.
Pemanfaatan aset-aset tersebut berpeluang membuka lapangan usaha baru, menghidupkan kawasan strategis, serta menghadirkan fasilitas yang lebih lengkap bagi masyarakat, di samping memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah. Ditengah semakin menurunnya dana transfer dari pusat (TKD) atau dana bagi hasil kepada pemerintah daerah, optimalisasi PAD melalui pemanfaatan aset daerah diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mengurangi ketergantungan daerah kepada pemerintah pusat.
Setiap aset yang dikelola dengan tertib, transparan, dan akuntabel adalah modal besar bagi kemajuan daerah. Dari sinilah peluang usaha baru tumbuh, lapangan kerja terbuka, dan kawasan strategis kembali bergeliat. Pendapatan daerah pun semakin kuat untuk mewujudkan jalan yang lebih baik, layanan publik yang lebih prima, serta fasilitas yang semakin lengkap dan mudah dijangkau masyarakat.
Melalui keikutsertaan di EJIF 2026, BPKAD Kabupaten Bojonegoro membawa pulang bekal berharga, wawasan segar tentang optimalisasi aset dari berbagai daerah, jejaring yang semakin luas dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan, serta pelajaran penting bahwa data aset yang lengkap dan tertata adalah fondasi pengelolaan yang unggul. Seluruhnya menjadi pijakan kuat bagi BPKAD Kabupaten Bojonegoro untuk terus menggali dan mengoptimalkan setiap potensi aset daerah.
BPKAD Kabupaten Bojonegoro berkomitmen menjadikan aset daerah sebagai penggerak kemajuan, yang manfaatnya dirasakan hingga ke seluruh lapisan masyarakat, melangkah bersama menuju Bojonegoro Bahagia, Makmur, dan Membanggakan.